Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Mengenal Bahan Biologi dan Pentingnya Pengawasan dalam Sistem Karantina

Apa Arti Bahan Biologi? Bahan biologi adalah bahan yang berasal dari makhluk hidup atau mengandung komponen biologis yang digunakan untuk berbagai keperluan, seperti diagnosis penyakit, penelitian, pengujian laboratorium, pengembangan dan produksi vaksin, serta kegiatan ilmiah lainnya. Dalam sistem kekarantinaan hewan, bahan biologi perlu mendapatkan perhatian dan  pengawasan karena pada kondisi tertentu dapat mengandung atau membawa agen penyebab penyakit, termasuk agen yang berpotensi menjadi Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK). Bahan biologi dapat memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda-beda, tergantung pada jenis bahan, sumber, kandungan, tujuan penggunaan, serta apakah bahan tersebut masih mengandung agen biologis yang hidup atau infeksius. Jenis-Jenis Bahan Biologi Spesimen Merupakan sampel biologis yang digunakan untuk pemeriksaan atau diagnosis penyakit, yang dapat berasal dari hewan hidup maupun mati. Contoh: Darah Organ dan jaringan Feses Sal...

Pengambilan Sampel Berbasis Risiko pada Hewan yang Dilalulintaskan Menggunakan Pendekatan Detect Disease

  Lalu lintas hewan dan produk hewan merupakan salah satu jalur utama penyebaran penyakit hewan antardaerah maupun antarnegara. Mobilitas media pembawa yang tinggi meningkatkan risiko masuk dan tersebarnya agen penyakit apabila tidak disertai dengan sistem pengawasan yang efektif. Oleh karena itu, tindakan karantina tidak hanya berfokus pada pemeriksaan administratif, tetapi juga didukung oleh pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit pada media pembawa yang dilalulintaskan. Berbeda dengan penelitian epidemiologi yang bertujuan mengestimasi prevalensi penyakit dalam suatu populasi, pengambilan sampel pada lalu lintas hewan memiliki tujuan utama untuk mendeteksi keberadaan penyakit pada kelompok hewan yang memiliki risiko lebih tinggi. Dalam buku Epidemiologi Veteriner Analitik , Sumiarto dan Budiharta (2021) menjelaskan bahwa pendekatan Detect Disease digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya suatu penyakit dalam populasi dengan tingkat kepercayaan...

Mengapa Hewan Harus Memiliki Titer Antibodi Rabies yang Protektif Sebelum Dilalulintaskan?

  "Dok, apa saja persyaratan kalau saya ingin mengirim anjing atau kucing?" Pertanyaan seperti ini hampir setiap minggu saya terima dari masyarakat yang ingin melalulintaskan hewan kesayangannya, baik melalui jalur udara maupun laut. Ketika saya mulai menjelaskan satu per satu persyaratan karantina, hampir selalu muncul kendala yang sama. Ada pemilik yang belum pernah memvaksin rabies hewannya. Ada yang baru menghubungi petugas karantina sehari sebelum keberangkatan. Bahkan, tidak sedikit yang datang membawa buku vaksin dengan catatan bahwa hewannya baru divaksin satu atau dua hari sebelumnya, tetapi berharap hewan tersebut dapat langsung diberangkatkan. Sebagai petugas karantina, kondisi seperti ini tentu menjadi dilema. Di satu sisi kami memahami keinginan masyarakat agar hewan kesayangannya segera sampai di tempat tujuan. Namun, di sisi lain kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap hewan yang dilalulintaskan tidak menjadi media penyebaran peny...

Mengapa Gigitan Kucing Lebih Sering Menyebabkan Demam Dibandingkan Gigitan Anjing?

  Beberapa kali dalam hidup saya pernah mengalami gigitan kucing. Gigitan tersebut bukan sekadar luka lecet, tetapi benar-benar menembus cukup dalam hingga terasa nyeri selama beberapa hari. Yang paling saya ingat, hampir setiap kali mengalami gigitan yang cukup dalam, tubuh saya ikut bereaksi. Dalam satu hingga dua hari setelah kejadian, saya mengalami demam yang berlangsung beberapa hari. Sebaliknya, saya juga pernah mengalami gigitan anjing. Luka akibat gigitan anjing memang tampak lebih besar dan robek karena kekuatan rahangnya yang lebih kuat. Namun, menariknya, saya tidak mengalami demam seperti saat digigit kucing. Pengalaman tersebut membuat saya bertanya-tanya, mengapa luka gigitan kucing yang terlihat kecil justru lebih sering menyebabkan infeksi dan demam dibandingkan gigitan anjing? Ternyata jawabannya tidak sesederhana "karena bakteri kucing lebih ganas". Penelitian menunjukkan bahwa penyebabnya merupakan kombinasi antara bentuk luka yang dihasilkan dan jen...