Langsung ke konten utama

Postingan

Mengapa Gigitan Kucing Lebih Sering Menyebabkan Demam Dibandingkan Gigitan Anjing?

  Beberapa kali dalam hidup saya pernah mengalami gigitan kucing. Gigitan tersebut bukan sekadar luka lecet, tetapi benar-benar menembus cukup dalam hingga terasa nyeri selama beberapa hari. Yang paling saya ingat, hampir setiap kali mengalami gigitan yang cukup dalam, tubuh saya ikut bereaksi. Dalam satu hingga dua hari setelah kejadian, saya mengalami demam yang berlangsung beberapa hari. Sebaliknya, saya juga pernah mengalami gigitan anjing. Luka akibat gigitan anjing memang tampak lebih besar dan robek karena kekuatan rahangnya yang lebih kuat. Namun, menariknya, saya tidak mengalami demam seperti saat digigit kucing. Pengalaman tersebut membuat saya bertanya-tanya, mengapa luka gigitan kucing yang terlihat kecil justru lebih sering menyebabkan infeksi dan demam dibandingkan gigitan anjing? Ternyata jawabannya tidak sesederhana "karena bakteri kucing lebih ganas". Penelitian menunjukkan bahwa penyebabnya merupakan kombinasi antara bentuk luka yang dihasilkan dan jen...
Postingan terbaru

Brucella melitensis pada Kambing dan Domba: Ancaman Zoonosis yang Masih Mengintai Indonesia

Brucellosis merupakan salah satu penyakit bakterial yang banyak menyerang hewan ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi. Penyakit ini juga dapat menyerang berbagai jenis hewan lainnya dan dapat ditularkan ke manusia atau bersifat zoonosis. Infeksi bakteri brucella pada hewan betina akan dicirikan oleh adanya keguguran dan retensi plasenta, sedangkan pada hewan jantan dapat menyebabkan orchitis dan infeksi kelenjar asesoris. Brucellosis pada manusia dikenal sebagai undulant fever karena menyebabkan demam yang undulan atau naik turun. Terdapat beberapa jenis strain Brucella yang menyerang induk semang yang berbeda-beda antara lain B. abortus (sapi), B. melitensis (kambing), B. suis (babi, rusa kutub), B. canis (anjing dan sejenisnya), B. ovis (domba), B. neotomae (desert wood rat), dan B. maris (mamalia laut). Diantara beberapa jenis strain brucella tersebut, terdapat strain yang bersifat paling patogen untuk manusia yaitu B. melitensis, B. suis , dan B. abortu...

Kontribusi Badan Karantina Indonesia dalam Menjaga Keamanan Pangan Asal Hewan untuk Mendukung Kesejahteraan Masyarakat Indonesia

  Indonesia merupakan salah salah satu negara berkembang yang rakyatnya sebagian besar masih berada dibawah garis kemiskinan. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada September 2014 jumlah penduduk miskin Indonesia tercatat sebesar 27,73 juta orang atau mencapai 10,96%. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia masih rendah. Banyak faktor yang dapat menyebabkan hal ini, salah satunya ialah rendahnya kualitas dari sumber daya manusia yang dimiliki oleh Indonesia. Kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu indikator penentuan tingkat kesejahteraan. Kualitas sumber daya manusia berpatokan kepada tiga hal antara lain tingkat harapan hidup, tingkat melek huruf, dan tingkat daya beli masyarakat. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada maka diperlukan beberapa strategi salah satunya ialah peningkatan kualitas pangan yang dikonsumsi. Salah satu bahan pangan yang sangat penting adalah pangan hewani yang merupakan sumber protein un...

Laminitis pada Kuda

Laminitis merupakan penyakit inflamasi dan degeneratif pada jaringan lamela kuku yang menyebabkan hilangnya hubungan struktural antara falang distal dan dinding kuku bagian dalam. Kondisi ini menimbulkan nyeri hebat, gangguan locomotion, dan pada kasus berat dapat menyebabkan kecacatan permanen maupun kematian pada kuda. Menurut Pollitt (2004), laminitis dapat didefinisikan sebagai kegagalan perlekatan antara falang distal dengan dinding kuku bagian dalam akibat kerusakan arsitektur lamela. Penyakit ini memiliki dampak ekonomi yang besar pada industri olahraga berkuda, peternakan, dan rekreasi karena membutuhkan perawatan jangka panjang serta sering kali mengakibatkan penurunan performa hewan.   Anatomi dan Fungsi Lamela Kuku Kuku kuda tersusun atas ratusan lamela primer dan ribuan lamela sekunder yang membentuk sistem suspensi biologis untuk menopang falang distal di dalam kapsul kuku. Struktur ini memungkinkan distribusi beban tubuh secara merata selama berdiri maupun ber...

Pastikan Hewan Aqiqah dan Kurban yang Dipilih Sehat dan Memenuhi Syarat

Aqiqah dan kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga bagian dari ibadah yang mengajarkan keikhlasan, kepedulian, serta pentingnya memilih hewan yang baik dan layak. Karena itu, hewan yang dipilih harus sehat, cukup umur, serta terbebas dari cacat yang dapat mengurangi kesempurnaan ibadah. Dalam syariat Islam, hewan aqiqah maupun kurban dianjurkan berasal dari hewan terbaik, sehat, dan tidak memiliki cacat yang jelas. Selain memenuhi ketentuan agama, pemilihan hewan yang sehat juga penting untuk menjamin keamanan pangan dan mencegah penularan penyakit hewan kepada manusia. Persyaratan Hewan Aqiqah dan Kurban Beberapa syarat yang perlu diperhatikan antara lain: 1. Hewan Harus Sehat Pilih hewan yang aktif, nafsu makan baik, mata cerah, bulu bersih, dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit. Hindari hewan yang: Demam atau lemas Batuk, pilek, atau sesak napas Diare Kurus berlebihan Mengalami pincang Hewan yang sehat umumnya terlihat lincah, responsif, ...