Dalam beberapa bulan terakhir, perbincangan tentang ikan sapu-sapu kembali ramai. Spesies ini dikenal luas oleh masyarakat karena sering ditemukan di sungai, waduk, bahkan saluran air perkotaan. Namun di balik kemunculannya yang semakin masif, ikan sapu-sapu ternyata merupakan salah satu contoh Jenis Asing Invasif (JAI) di Indonesia. Lalu, sebenarnya apa itu JAI? Jenis Asing Invasif (JAI) adalah spesies yang berasal dari luar suatu ekosistem, masuk baik secara sengaja maupun tidak sengaja, kemudian mampu berkembang dan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, ekonomi, maupun kesehatan. Tidak semua spesies asing bersifat invasif, tetapi ketika spesies tersebut mampu mendominasi dan mengganggu keseimbangan ekosistem, maka statusnya berubah menjadi ancaman. Salah satu contoh nyata adalah ikan sapu-sapu dari genus Hypostomus plecostomus. Awalnya, ikan ini diperkenalkan sebagai ikan hias yang berfungsi membersihkan lumut di akuarium. Namun, ketika dilepas ke perairan umum, ikan ini...
Menjelang Iduladha, banyak orang fokus memilih hewan kurban terbaik dengan kondisi sehat dan sesuai dengan syariat. Namun, ada satu hal penting yang sering luput dari perhatian yaitu bagaimana kondisi hewan tersebut ditarnsportasikan menuju lokasi masjid atau tempat pemotongan. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa perjalanan ini merupakan salah satu fase paling menentukan dalam kesejahteraan hewan sekaligus kualitas daging yang dihasilkan. Perjalanan yang Tidak Sesederhana yang Kita Bayangkan Bagi manusia, perjalanan mungkin hanya soal jarak dan waktu. Tetapi bagi hewan, perjalanan bisa menjadi pengalaman yang penuh tekanan. Dalam kajian ilmiah yang dirangkum dalam jurnal Animals (MDPI), disebutkan bahwa transportasi adalah salah satu tahap paling berisiko menimbulkan stres pada ternak. Pada proses Transportasi Hewan kurban sering mengalami kondisi seperti: Kondisi kendaraan tidak layak Lantai licin/rusak dan ventilasi buruk membuat hewan mudah te...