Langsung ke konten utama

Postingan

ADA LHO, KAMBING ASLI INDONESIA

Kenalan dengan Kambing Hutan Sumatera, Satwa Rentan yang Rumahnya Terus Terdesak Deforestasi Kalau selama ini kita mengenal kambing sebagai hewan ternak yang dipelihara untuk menghasilkan daging dan susu, ternyata Indonesia juga memiliki “KAMBING” yang hidup liar di tengah hutan. Namanya kambing hutan Sumatera ( Capricornis sumatraensis ).   Berbeda dengan kambing domestik ( Capra sp.), kambing hutan Sumatera merupakan satwa liar yang secara alami hidup di Pulau Sumatera, terutama di kawasan hutan pegunungan dengan medan yang terjal. Satwa ini merupakan salah satu bagian dari kekayaan fauna Indonesia yang mungkin belum banyak dikenal oleh masyarakat. Sekilas, bentuk tubuhnya memang menyerupai kambing peliharaan. Namun, jika diperhatikan lebih dekat, kambing hutan Sumatera memiliki sejumlah ciri khas. Tubuhnya ditutupi rambut yang kasar dan lebat dengan warna hitam hingga keabu-abuan. Telinganya memanjang dan meruncing, sedangkan ekornya relatif pendek dan berambut. Berdasa...
Postingan terbaru

Lebah Trigona: Potensi Besar, Ancaman Kecil yang Perlu Diwaspadai

  Lebah Trigona atau stingless bee atau lebah tanpa sengat merupakan kelompok lebah sosial yang termasuk dalam tribe Meliponini dari famili Apidae. Di Indonesia, lebah ini banyak dikenal dengan nama Trigona, kelulut, klanceng, teuweul, atau gala-gala. Berbeda dengan lebah madu genus Apis, lebah stingless tidak memiliki sengat yang berfungsi, sehingga pertahanan koloninya dilakukan melalui perilaku menggigit, mengerumuni pengganggu, serta penggunaan resin atau propolis. Lebah stingless memiliki nilai ekonomi dan ekologis yang cukup penting. Selain menghasilkan madu dengan karakteristik khas, koloni juga menghasilkan propolis dan berperan sebagai penyerbuk berbagai tanaman. Kondisi tropis Indonesia dan tingginya keanekaragaman tumbuhan berbunga menjadikan Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya lebah stingless. Namun, perkembangan budidaya tersebut perlu diikuti dengan perhatian terhadap kesehatan koloni, terutama karena perpindahan koloni, ratu, brood, mad...

Mengenal Bahan Biologi dan Pentingnya Pengawasan dalam Sistem Karantina

Apa Arti Bahan Biologi? Bahan biologi adalah bahan yang berasal dari makhluk hidup atau mengandung komponen biologis yang digunakan untuk berbagai keperluan, seperti diagnosis penyakit, penelitian, pengujian laboratorium, pengembangan dan produksi vaksin, serta kegiatan ilmiah lainnya. Dalam sistem kekarantinaan hewan, bahan biologi perlu mendapatkan perhatian dan  pengawasan karena pada kondisi tertentu dapat mengandung atau membawa agen penyebab penyakit, termasuk agen yang berpotensi menjadi Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK). Bahan biologi dapat memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda-beda, tergantung pada jenis bahan, sumber, kandungan, tujuan penggunaan, serta apakah bahan tersebut masih mengandung agen biologis yang hidup atau infeksius. Jenis-Jenis Bahan Biologi Spesimen Merupakan sampel biologis yang digunakan untuk pemeriksaan atau diagnosis penyakit, yang dapat berasal dari hewan hidup maupun mati. Contoh: Darah Organ dan jaringan Feses Sal...

Pengambilan Sampel Berbasis Risiko pada Hewan yang Dilalulintaskan Menggunakan Pendekatan Detect Disease

  Lalu lintas hewan dan produk hewan merupakan salah satu jalur utama penyebaran penyakit hewan antardaerah maupun antarnegara. Mobilitas media pembawa yang tinggi meningkatkan risiko masuk dan tersebarnya agen penyakit apabila tidak disertai dengan sistem pengawasan yang efektif. Oleh karena itu, tindakan karantina tidak hanya berfokus pada pemeriksaan administratif, tetapi juga didukung oleh pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit pada media pembawa yang dilalulintaskan. Berbeda dengan penelitian epidemiologi yang bertujuan mengestimasi prevalensi penyakit dalam suatu populasi, pengambilan sampel pada lalu lintas hewan memiliki tujuan utama untuk mendeteksi keberadaan penyakit pada kelompok hewan yang memiliki risiko lebih tinggi. Dalam buku Epidemiologi Veteriner Analitik , Sumiarto dan Budiharta (2021) menjelaskan bahwa pendekatan Detect Disease digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya suatu penyakit dalam populasi dengan tingkat kepercayaan...

Mengapa Hewan Harus Memiliki Titer Antibodi Rabies yang Protektif Sebelum Dilalulintaskan?

  "Dok, apa saja persyaratan kalau saya ingin mengirim anjing atau kucing?" Pertanyaan seperti ini hampir setiap minggu saya terima dari masyarakat yang ingin melalulintaskan hewan kesayangannya, baik melalui jalur udara maupun laut. Ketika saya mulai menjelaskan satu per satu persyaratan karantina, hampir selalu muncul kendala yang sama. Ada pemilik yang belum pernah memvaksin rabies hewannya. Ada yang baru menghubungi petugas karantina sehari sebelum keberangkatan. Bahkan, tidak sedikit yang datang membawa buku vaksin dengan catatan bahwa hewannya baru divaksin satu atau dua hari sebelumnya, tetapi berharap hewan tersebut dapat langsung diberangkatkan. Sebagai petugas karantina, kondisi seperti ini tentu menjadi dilema. Di satu sisi kami memahami keinginan masyarakat agar hewan kesayangannya segera sampai di tempat tujuan. Namun, di sisi lain kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap hewan yang dilalulintaskan tidak menjadi media penyebaran peny...