Langsung ke konten utama

Postingan

Laminitis pada Kuda

Laminitis merupakan penyakit inflamasi dan degeneratif pada jaringan lamela kuku yang menyebabkan hilangnya hubungan struktural antara falang distal dan dinding kuku bagian dalam. Kondisi ini menimbulkan nyeri hebat, gangguan locomotion, dan pada kasus berat dapat menyebabkan kecacatan permanen maupun kematian pada kuda. Menurut Pollitt (2004), laminitis dapat didefinisikan sebagai kegagalan perlekatan antara falang distal dengan dinding kuku bagian dalam akibat kerusakan arsitektur lamela. Penyakit ini memiliki dampak ekonomi yang besar pada industri olahraga berkuda, peternakan, dan rekreasi karena membutuhkan perawatan jangka panjang serta sering kali mengakibatkan penurunan performa hewan.   Anatomi dan Fungsi Lamela Kuku Kuku kuda tersusun atas ratusan lamela primer dan ribuan lamela sekunder yang membentuk sistem suspensi biologis untuk menopang falang distal di dalam kapsul kuku. Struktur ini memungkinkan distribusi beban tubuh secara merata selama berdiri maupun ber...
Postingan terbaru

Pastikan Hewan Aqiqah dan Kurban yang Dipilih Sehat dan Memenuhi Syarat

Aqiqah dan kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga bagian dari ibadah yang mengajarkan keikhlasan, kepedulian, serta pentingnya memilih hewan yang baik dan layak. Karena itu, hewan yang dipilih harus sehat, cukup umur, serta terbebas dari cacat yang dapat mengurangi kesempurnaan ibadah. Dalam syariat Islam, hewan aqiqah maupun kurban dianjurkan berasal dari hewan terbaik, sehat, dan tidak memiliki cacat yang jelas. Selain memenuhi ketentuan agama, pemilihan hewan yang sehat juga penting untuk menjamin keamanan pangan dan mencegah penularan penyakit hewan kepada manusia. Persyaratan Hewan Aqiqah dan Kurban Beberapa syarat yang perlu diperhatikan antara lain: 1. Hewan Harus Sehat Pilih hewan yang aktif, nafsu makan baik, mata cerah, bulu bersih, dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit. Hindari hewan yang: Demam atau lemas Batuk, pilek, atau sesak napas Diare Kurus berlebihan Mengalami pincang Hewan yang sehat umumnya terlihat lincah, responsif, ...

Dampak Hewan Asing Invasif

Dalam beberapa bulan terakhir, perbincangan tentang ikan sapu-sapu kembali ramai. Spesies ini dikenal luas oleh masyarakat karena sering ditemukan di sungai, waduk, bahkan saluran air perkotaan. Namun di balik kemunculannya yang semakin masif, ikan sapu-sapu ternyata merupakan salah satu contoh Jenis Asing Invasif (JAI) di Indonesia. Lalu, sebenarnya apa itu JAI? Jenis Asing Invasif (JAI) adalah spesies yang berasal dari luar suatu ekosistem, masuk baik secara sengaja maupun tidak sengaja, kemudian mampu berkembang dan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, ekonomi, maupun kesehatan. Tidak semua spesies asing bersifat invasif, tetapi ketika spesies tersebut mampu mendominasi dan mengganggu keseimbangan ekosistem, maka statusnya berubah menjadi ancaman. Salah satu contoh nyata adalah ikan sapu-sapu dari genus Hypostomus plecostomus. Awalnya, ikan ini diperkenalkan sebagai ikan hias yang berfungsi membersihkan lumut di akuarium. Namun, ketika dilepas ke perairan umum, ikan ini...

Apakah Hewan Kurban Mangalami Stres saat Transportasi?

  Menjelang Iduladha, banyak orang fokus memilih hewan kurban terbaik dengan kondisi sehat dan sesuai dengan syariat. Namun, ada satu hal penting yang sering luput dari perhatian yaitu bagaimana kondisi hewan tersebut ditarnsportasikan menuju lokasi masjid atau tempat pemotongan. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa perjalanan ini merupakan salah satu fase paling menentukan dalam kesejahteraan hewan sekaligus kualitas daging yang dihasilkan.   Perjalanan yang Tidak Sesederhana yang Kita Bayangkan Bagi manusia, perjalanan mungkin hanya soal jarak dan waktu. Tetapi bagi hewan, perjalanan bisa menjadi pengalaman yang penuh tekanan. Dalam kajian ilmiah yang dirangkum dalam jurnal Animals (MDPI), disebutkan bahwa transportasi adalah salah satu tahap paling berisiko menimbulkan stres pada ternak. Pada proses Transportasi Hewan kurban sering mengalami kondisi seperti: Kondisi kendaraan tidak layak Lantai licin/rusak dan ventilasi buruk membuat hewan mudah te...

Mengapa Transfusi Darah Menjadi Krusial pada Kasus Perdarahan?

Perdarahan, baik yang terjadi akibat trauma, prosedur operasi, maupun kondisi patologis lainnya, merupakan salah satu penyebab utama kehilangan darah pada manusia dan hewan. Kehilangan darah ini tidak hanya menurunkan volume sirkulasi, tetapi juga dapat berkembang menjadi kondisi serius seperti anemia dan syok. Dalam praktik klinis, transfusi darah sering menjadi intervensi krusial untuk menyelamatkan pasien. Namun, mengapa transfusi darah begitu penting, dan mengapa terapi cairan saja tidak selalu mampu menggantikan peran darah yang hilang?   Kehilangan Darah: Tidak Sekadar Berkurangnya Volume Cairan Secara fisiologis, darah memiliki peran vital tidak hanya sebagai cairan sirkulasi, tetapi juga sebagai media transport oksigen melalui hemoglobin dalam sel darah merah (eritrosit) . Kehilangan darah dalam jumlah besar—lebih dari 20% dari total volume sirkulasi—dapat menyebabkan penurunan perfusi jaringan dan memicu syok hipovolemik. Pada kondisi ini, tubuh mengalami: Penu...