Beberapa kali dalam hidup saya pernah mengalami gigitan kucing. Gigitan tersebut bukan sekadar luka lecet, tetapi benar-benar menembus cukup dalam hingga terasa nyeri selama beberapa hari. Yang paling saya ingat, hampir setiap kali mengalami gigitan yang cukup dalam, tubuh saya ikut bereaksi. Dalam satu hingga dua hari setelah kejadian, saya mengalami demam yang berlangsung beberapa hari. Sebaliknya, saya juga pernah mengalami gigitan anjing. Luka akibat gigitan anjing memang tampak lebih besar dan robek karena kekuatan rahangnya yang lebih kuat. Namun, menariknya, saya tidak mengalami demam seperti saat digigit kucing. Pengalaman tersebut membuat saya bertanya-tanya, mengapa luka gigitan kucing yang terlihat kecil justru lebih sering menyebabkan infeksi dan demam dibandingkan gigitan anjing? Ternyata jawabannya tidak sesederhana "karena bakteri kucing lebih ganas". Penelitian menunjukkan bahwa penyebabnya merupakan kombinasi antara bentuk luka yang dihasilkan dan jen...
Brucellosis merupakan salah satu penyakit bakterial yang banyak menyerang hewan ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi. Penyakit ini juga dapat menyerang berbagai jenis hewan lainnya dan dapat ditularkan ke manusia atau bersifat zoonosis. Infeksi bakteri brucella pada hewan betina akan dicirikan oleh adanya keguguran dan retensi plasenta, sedangkan pada hewan jantan dapat menyebabkan orchitis dan infeksi kelenjar asesoris. Brucellosis pada manusia dikenal sebagai undulant fever karena menyebabkan demam yang undulan atau naik turun. Terdapat beberapa jenis strain Brucella yang menyerang induk semang yang berbeda-beda antara lain B. abortus (sapi), B. melitensis (kambing), B. suis (babi, rusa kutub), B. canis (anjing dan sejenisnya), B. ovis (domba), B. neotomae (desert wood rat), dan B. maris (mamalia laut). Diantara beberapa jenis strain brucella tersebut, terdapat strain yang bersifat paling patogen untuk manusia yaitu B. melitensis, B. suis , dan B. abortu...