Makanan yang berasal dari hewan merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Daging, susu, telur, dan berbagai produk olahannya menjadi sumber protein dan gizi bagi masyarakat. Namun, di balik manfaat tersebut terdapat risiko yang perlu diperhatikan. Jika tidak ditangani dengan baik, produk asal hewan dapat menjadi media pembawa berbagai mikroorganisme yang berpotensi menyebabkan penyakit pada manusia. Keracunan makanan merupakan salah satu bentuk gangguan kesehatan yang dapat terjadi ketika makanan terkontaminasi bakteri, virus, parasit, toksin, maupun bahan kimia berbahaya. Salah satu bakteri yang penting dalam kasus keracunan makanan adalah Staphylococcus aureus . Sebuah kejadian yang dilaporkan dalam jurnal Food Research International pada tahun 2025 memberikan gambaran bagaimana keracunan makanan dapat terjadi dan berkembang dalam waktu singkat. Pada tahun 2024, terjadi kejadian keracunan makanan di sebuah sekolah di Provinsi Hebei, China. Dari 563 orang, sebanyak 61 o...
Kenalan dengan Kambing Hutan Sumatera, Satwa Rentan yang Rumahnya Terus Terdesak Deforestasi Kalau selama ini kita mengenal kambing sebagai hewan ternak yang dipelihara untuk menghasilkan daging dan susu, ternyata Indonesia juga memiliki “KAMBING” yang hidup liar di tengah hutan. Namanya kambing hutan Sumatera ( Capricornis sumatraensis ). Berbeda dengan kambing domestik ( Capra sp.), kambing hutan Sumatera merupakan satwa liar yang secara alami hidup di Pulau Sumatera, terutama di kawasan hutan pegunungan dengan medan yang terjal. Satwa ini merupakan salah satu bagian dari kekayaan fauna Indonesia yang mungkin belum banyak dikenal oleh masyarakat. Sekilas, bentuk tubuhnya memang menyerupai kambing peliharaan. Namun, jika diperhatikan lebih dekat, kambing hutan Sumatera memiliki sejumlah ciri khas. Tubuhnya ditutupi rambut yang kasar dan lebat dengan warna hitam hingga keabu-abuan. Telinganya memanjang dan meruncing, sedangkan ekornya relatif pendek dan berambut. Berdasa...