Langsung ke konten utama

Update Lagi



Sesuai dengan judulnya... akhirnya bisa Updated juga ini Blog.. setelah bertahun-tahun ditinggalkan. 

Update Blog Baru dengan Kegiatan Baru

Pada jaman dahulu kala, saat masih punya status yang namanya mahasiswa masih suka dan rajin nulis, tulis apa saja walaupun  tulisannya masih acak adul gak karuan (kadang malu bacanya). Kadang rindu juga dengan masa-masa itu. Pas sudah mulai memasuki dunia kerja, dunia mulai teralihkan karen negara api mulai menyerang (eh salah fokus). Pas udah kerja sudah sibuk luar biasa, kegiatan tulis menulis inipun sedikit dilupakan walaupun kadang di rindukan. Terkadang masih suka iri liat teman-teman diluar sana yang rajin nulis, bahkan  tulisanya sudah jadi sangat bagus. Sering terbersit untuk memulai kembali menulis, namun apa dikata, ternyata memulai kembali sebuah kegiatan yang sudah ditinggalkan ternyata sangatlah sulit luar biasa. Ada perasaan takut untuk memulai, karena sadar dan paham ternyata saya tak punya kemampuan menulis yang mumpuni.

Tetapi kerinduan dan keinginan untuk menulis terus dan terus ada.
Mantapkan hati untuk memulai, karena tidak ada yang salah untuk mencoba kembali
Semoga tulisan-tulisan saya kedepan bisa bermanfaat untuk nusa dan bangsa serta seluruh Masyarakat yang ada

Cayooooooooo

Meeeee vet bangkit Kembali

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Telur Tetas: Menjaga Kehidupan dari Dalam Cangkang

Di balik kulit cangkang yang keras, tersimpan rahasia kehidupan yang menakjubkan. Telur tetas bukan sekadar bahan pangan; ia adalah awal dari perjalanan seekor unggas baru. Bagi peternak, telur tetas adalah modal berharga untuk memastikan keberlanjutan produksi. Sementara bagi peneliti dan pecinta satwa, telur tetas merupakan contoh sempurna bagaimana keteraturan alam dapat berpadu dengan sentuhan teknologi. Telur tetas adalah telur yang telah dibuahi oleh pejantan dan memiliki potensi untuk menetas menjadi anak unggas. Di dalamnya terdapat embrio yang, jika mendapatkan suhu, kelembapan, dan perlakuan yang tepat, akan berkembang hingga memecahkan cangkang. Proses ini dapat terjadi secara alami melalui pengeraman induk, atau secara buatan dengan menggunakan mesin tetas atau inkubator. Namun, tidak semua telur dapat dijadikan telur tetas. Hanya telur yang memenuhi kriteria tertentu yang memiliki peluang menetas tinggi. Telur tetas yang baik berasal dari induk yang sehat dan bebas penyaki...

Pendekatan Feline-Friendly dalam Menangani Kucing di Klinik Hewan

Kucing (Felis catus) merupakan salah satu hewan peliharaan paling populer di dunia, namun tingkat kunjungannya ke klinik hewan masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan anjing. Data menunjukkan bahwa 72% kucing hanya berkunjung ke dokter hewan kurang dari satu kali dalam setahun, sementara untuk anjing hanya 42%. Beberapa alasan utama adalah sulitnya membawa kucing ke klinik, reaksi stres kucing saat berada di praktik veteriner, dan cara penanganan kucing yang kadang kurang tepat. Sayangnya, informasi tentang bagaimana membuat kunjungan ke dokter hewan menjadi lebih nyaman bagi kucing, pemilik, maupun tim veteriner masih terbatas. Sejarah hubungan manusia dengan kucing dimulai sekitar 10.000 tahun lalu. Awalnya, relasi ini bersifat mutualisme, di mana kucing membantu manusia mengendalikan populasi tikus pada persediaan pangan, sementara manusia menyediakan sumber makanan yang stabil. Tidak seperti anjing yang mengalami banyak perubahan genetik selama domestikasi, kucing tetap mempe...

Ancaman Kepunahan Hewan Karnivora

Oleh : Alimansyah Putra S.K.H Karnivora adalah hewan yang makanannya kebanyakan adalah daging, baik yang dimakan hidup-hidup atau berasal dari daging hewan yang sudah mati. Kata karnivora berasal dari bahasa Latin carne yang berarti daging dan vorare yang berarti "memakan"). Bangsa carnivora merupakan bagian dari kelas mamalia yang memiliki gigi yang besar dan tajam. Peranan bangsa carnivora yang memiliki sifat karnivora (sebagai pemakan daging) cukup besar dalam dunia ekologi. Primack & Corlett (2005) menyatakan bahwa karnivora merupakan elemen yang penting pada komunitas satwaliar. Hilangnya jenis-jenis satwa karnivora akan menyebabkan terjadinya ledakan populasi hewan-hewan herbivora ataupun sumber pakan satwa karnivora.