Langsung ke konten utama

Update Lagi



Sesuai dengan judulnya... akhirnya bisa Updated juga ini Blog.. setelah bertahun-tahun ditinggalkan. 

Update Blog Baru dengan Kegiatan Baru

Pada jaman dahulu kala, saat masih punya status yang namanya mahasiswa masih suka dan rajin nulis, tulis apa saja walaupun  tulisannya masih acak adul gak karuan (kadang malu bacanya). Kadang rindu juga dengan masa-masa itu. Pas sudah mulai memasuki dunia kerja, dunia mulai teralihkan karen negara api mulai menyerang (eh salah fokus). Pas udah kerja sudah sibuk luar biasa, kegiatan tulis menulis inipun sedikit dilupakan walaupun kadang di rindukan. Terkadang masih suka iri liat teman-teman diluar sana yang rajin nulis, bahkan  tulisanya sudah jadi sangat bagus. Sering terbersit untuk memulai kembali menulis, namun apa dikata, ternyata memulai kembali sebuah kegiatan yang sudah ditinggalkan ternyata sangatlah sulit luar biasa. Ada perasaan takut untuk memulai, karena sadar dan paham ternyata saya tak punya kemampuan menulis yang mumpuni.

Tetapi kerinduan dan keinginan untuk menulis terus dan terus ada.
Mantapkan hati untuk memulai, karena tidak ada yang salah untuk mencoba kembali
Semoga tulisan-tulisan saya kedepan bisa bermanfaat untuk nusa dan bangsa serta seluruh Masyarakat yang ada

Cayooooooooo

Meeeee vet bangkit Kembali

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dokter hewan jadi seniman ? Kenapa tidak

Dokter hewan memiliki beragam prestasi dalam berbagai bidang. Mulai dari prestasi dalam mengembangkan dunia kedokteran hewan, dunia kesehatan manusia, dunia peternakan sampai prestasi dokter hewan dalam dunia seni. Dalam dunia seni Dokter Hewan banyak berperan sebagai sastrawan atau seorang novelis. Dokter-dokter hewan yang berperan dalam dunia seni tersebut merupakan nama-nama besar yang tidak asing lagi bagi kita semua , antara lain ialah drh. Taufiq Ismail, drh. Asrul Sani, drh. Marah Rusli, drh. Yonathan Rahardjo, drh. Slamet Riyadi Sabrawi, dan masih banyak dokter-dokter hewan lainya yang berprestasi dalam bidang seni lainya. Drh. Taufiq Ismail merupakan salah satu penyair yang cukup terkenal di indonesia. Karya-karya beliau banyak yang dikagumi dan mendapatkan beragam prestasi. Prestasi yang pernah beliau raih adalah Anugerah Seni dari Pemerintah (1970), Cultural Visit Award Pemerintah Australia ( 1977 ), South East Asia Write Award dari Kerajaan Thailand ( 1994 ), Pe...

Ancaman Kepunahan Hewan Karnivora

Oleh : Alimansyah Putra S.K.H Karnivora adalah hewan yang makanannya kebanyakan adalah daging, baik yang dimakan hidup-hidup atau berasal dari daging hewan yang sudah mati. Kata karnivora berasal dari bahasa Latin carne yang berarti daging dan vorare yang berarti "memakan"). Bangsa carnivora merupakan bagian dari kelas mamalia yang memiliki gigi yang besar dan tajam. Peranan bangsa carnivora yang memiliki sifat karnivora (sebagai pemakan daging) cukup besar dalam dunia ekologi. Primack & Corlett (2005) menyatakan bahwa karnivora merupakan elemen yang penting pada komunitas satwaliar. Hilangnya jenis-jenis satwa karnivora akan menyebabkan terjadinya ledakan populasi hewan-hewan herbivora ataupun sumber pakan satwa karnivora.

Abses pada sapi

Sapi perah Abses merupakan salah satu masalah yang cukup sering terjadi pada sapi perah. Kondisi abses banyak terjadi pada peternakan sapi perah yang memiliki tingkat sanitasi kandang yang rendah. Abses merupakan kumpulan nanah (netrofil yang mati) yang berada dalam kavitas jaringan tubuh yang biasanya pada daerah kulit dan menimbulkan luka yang cukup serius karena infeksi dari bakteri pembusuk . Abses itu sendiri merupakan reaksi ketahanan dari jaringan untuk menghindari menyebar nya benda asing di tubuh. Pada abses terdapat nanah yang terlokalisasi dan dikelilingi oleh jaringan yang meradang . Gejala khas abses adalah peradangan, merah, hangat, bengkak, sakit, bila abses membesar biasanya diikuti gejala demam, selain itu bila ditekan terasa adanya terowongan (Boden 2005).